Kamis, 29 April 2010

indonesia itu bangsa primitif.



kenapa primitif? begini ceritanya. tadi gue abis nonton berita di tv. dan berita yang gue temukan adalah, pasca kerusuhan tanjung priok, pencabutan kepala satpol pp, dan penggerebekan seminar waria oleh fpi. bukannya gue mau kasar, tapi berita macam apa itu? 


pertama, tentang tanjung priok. jadi  kalo nggak salah, pemerintah* mau mengembangkan daerah tanjung priok itu, tapi dengan menggusur makam mbah priok. pertanyaannya? mau dibuat apa sih? palingan bikin mall lagi. atau emang cuma mentertibkan aja? atau gimana? pertanyaan kedua, mbah priok itu siapa? para pengikutnya begitu setia membela beliau. bukan bukan. bukan beliau. makam beliau. dan semua itu berujung apa? tawuran. ribut. bentrok. berantem. apa nggak bisa diomongin dulu? apa udah diomongin tapi nggak ketemu jalan keluar? atau udah keluar hasilnya tapi ada satu pihak yang nggak menerima? atau gimana? apa mesti ribut? apa memang primitif? apa gimana?


kedua. satpol pp. denger2, satpol pp ini bukan bagian dari polri. tapi semacam lembaga keamanan masyarakat yang dibuat oleh daendels dulu. faktanya, satpol pp sering ditugaskan untuk bagian penggusuran, penggerebekan, pengusiran, dan lainnya. jadi kesannya satpol pp itu bagian yang tega2 deh. main sepak aja. pertanyaannya, mereka memang punya hak untuk menggusur atau membersihkan wilayah itu karena perintah atasannya, tapi apa mereka punya hak untuk mukulin warga yang digusur itu juga? ibu2 penjual bubur diseret2. dagangan buah diinjek2 gak karuan. primitif kah?


ketiga. seminar waria digerebek fpi. first of all, seminar waria itu kira2 isinya apa ya? ada2 aja deh bok. bikin seminar segala. terus tentang fpi. mereka pikir mereka itu siapa? di tayangan berita itu diperlihatkan oknum2 fpi itu "mbanting2" gelas, kertas, dan apa yang ada di meja seminar itu. tentu saja dengan "allahu akbar" dimana2. apa ya harus begitu caranya? kalian pikir kalian semua suci hah? katanya islam itu agama damai? mana? primitif.


kira2 kenapa para cavemen itu disebut primitif? karena mereka belum menemukan bahasa sebagai alat komunikasi mereka. bisanya cuma "hauhuha" macam kepedesan. jadi semua hal ditentukan dengan berantem. yang menang yang bener. beres. primitif. tapi sekarang? masih harus begitukah? ya silahkan masing2 lah. 


* ini sebenernya out of topic. kenapa di indonesia itu namanya pemerintah ya? kalo dari artinya kan berarti "yang memerintah". jadi kalo di kamus begini. government: pemerintah. ya masing2 juga lah.

Rabu, 21 April 2010

kartini dan emansipasi


21 april. hari apa adik2? *hari kartini kak setooo* iyak, pinter semuanya ya. anak indonesia harus pinter2. jangan seperti si komo. setiap hari lewat jalan raya. jadi bikin macet terus. 


hari ini tanggal 21 april. hari kelahiran ibu kita yang bernama harum. kenapa gak jadi hari harum aja ya? anyway, kalo kita bicara tentang kartini pasti ada kata "emansipasi" kesebut disitu. nah gue disini mau bahas emansipasinya. bukan tentang kartininya. karena kalian juga pasti udah tau sejarahnya kartini dari kelas empat sd dulu. masa gue ngulang kelas empat sd lagi?


emansipasi bisa dikatakan kesetaraan hak untuk melakukan atau menerima sesuatu. sedangkan emansipasi wanita bisa dikatakan kesetaraan hak bagi wanita untuk melakukan sesuatu atau menerima sesuatu. (ini pengertiannya menurut gue aja. gaada sumber. jadi kalo salah ya maap.) contohnya gimana? contohnya ya bu kartini itu. beliau menuntut kesetaraan hak untuk membantu membela bangsa indonesia meraih kemerdekaannya. dengan cara apa? nulis surat kalo nggak salah. beda sama tjut nyak dien yang langsung turun ke lapangan ikut ngegorok belanda. hal2 yang pada waktu itu kebanyakan dilakukan oleh para pria. nah itulah emansipasi. para wanita (dalam hal ini kaum minoritas) juga memiliki hak untuk memperjuangkan kemerdekaan. kurang lebih seperti itu.


yang menjadi concern gue sekarang adalah, emansipasi wanita di jaman gue hidup. present. terutama di lingkungan gue hidup. orang2 di sekitar gue. wanita2 disekitar gue. keluhan gue adalah, kami para pria jadi harus memikirkan tentang dua hal. emansipasi, dan ke-gentleman-an kami. (ngawur banget bahasanya) contoh soal. di sebuah kepanitiaan, para wanita menuntut untuk mendapatkan posisi yang strategis. kenapa? supaya kepanitiaan ini dapat berjalan sesuai kehendaknya. well, minimal ada sedikit pengaruh pemikiran dia dalam pelaksanaannya. kalo kami para pria kurang setuju, maka akan dinilai melanggar nilai2 emansipasi wanita. "sekarang bukan jaman siti nurbaya woi" atau "sia2 dong perjuangan kartini kalo keadaannya masih kaya gini" dan banyak lagi lain sebagainya. kalo begitu, hei para wanita, kalian ikutan ngejar copet di terminal dong. jangan cuma bisa jongkok terus nangis sambil teriak2 "tas saya pak, tolong mas, itu tas saya." itu salah satu kalimat yang keluar di pikiran gue. kalimat minta tolong yang menggunakan kata panggilan "pak", "mas", "bang", atau panggilan untuk para pria lainnya.


kata2 lain yang terlintas juga adalah, "ih, masa cewek sih yang ngangkat dispenser?" atau "win, kasian tuh si (masukkan nama wanita disini) jaga pos sendirian. temenin gih. kalo ada apa2 gimana?" kemana kata2 percaya diri kalian yang bilang ini bukan jaman siti nurbaya lagi? kalo gue jawab dengan kata2 itu, palingan yang keluar sebagai balasannya adalah, "gak gentle banget sih lo?" kalo kata2itu udah keluar, yang gue lakukan adalah melengos sambil melakukan hal yang diminta dengan memperlihatkan muka gue yang sangat2 nggak ikhlas ke orang yang ngomong. (haha. kebiasaan buruk.)


well, gue udah tau sih jawabannya. jawabannya adalah, emansipasi wanita juga punya batasan, walaupun ada keadaan dimana batasan itu juga dapat dilampaui oleh para wanita. yang jelas, sebelum adanya emansipasi wanita, dari jaman king henry II juga para pria diwajibkan berlaku gentle terhadap para wanita. yaya. kami mengerti itu. hanya saja, dengan adanya hal2 tentang emansipasi ini, membuat kami berpikir dengan mempertimbangkan dua unsur. yaitu emansipasi wanita, dan ke-gentleman-an kami. tapi yaudah. memang kami para pria dirancang untuk banyak berpikir kok. :)


peringatan konten: tulisan ini hanya merupakan pengungkapan unek2 semata. dengan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menjurus kepada satu oknum siapapun. apabila ada yang merasa tersinggung, saya selaku penulis mohon maaf. dan percayalah, itu bukan anda. ya, minimal, bukan hanya anda. :)


untuk para wanita indonesia, selamat hari kartini.