
jadi jejaring sosial itu untuk apa? bersosialisasi? mau ngobrol apa dengan hanya 140 karakter? atau mau bagi tahu kalo gue barusan aja beli odol di warung, ternyata odol rasa salak udah nggak diproduksi lagi. sedih deh. lengkap dengan emoticon. tulisan itu cuma akan bertahan beberapa menit di home page temen2 gue karena semua orang juga akan protes dan bicara tentang beli odolnya masing2. sampai akhirnya tulisan gue yang beremoticon imut itu terdepak jadi urutan kesekian ratus sekian puluh sekian. mari ngobrol di warung padang saja. nanti kita akan tau kalo odol rasa salak itu sudah diganti dengan odol rasa rendang paru.
mungkin mau pamer foto? gue baru aja dateng ke salah satu event musik terbesar di indonesia dan berhasil foto bareng dengan keyboardis pengiringnya bunga citra lestari. gila. bcl. dan itu keyboardisnya. damn, i'm proud. atau temen gue baru pulang berlibur dari bantul. uh. disana dia beli topi baru. bagus deh. gue ditag di 20 dari 24 fotonya. gimana kalo gini. silahkan datangi saya dan pamer sesuka anda. jangan lupa bawa topinya.
atau mungkin jadi artis? aha. that's it. setiap orang ingin diperhatikan. setiap tweetnya mengandung unsur kontroversi supaya ada yang reply dan dia jadi trending topics. setiap statusnya selalu menyebutkan hal yang bikin orang pingin comment. entah cuma memaki, atau membahas update odolnya itu. well. kalo ada yang comment di odolnya, buru2 dibales berharap orang itu masih online dan langsung bales lagi. begitu seterusnya sampai ada tulisan 167 comments di statusnya.
so. selain untuk sharing info, keep in touch dengan teman2 lama, dan menawarkan hasil karya, ternyata jejaring sosial juga menjadikan diri kita merasa jadi artis. bahkan gue juga nulis ini di jejaring sosial dan berharap juga ada yang baca dan komentar. tapi gue kan emang artis. hahaha.