pertama saya ingin berbela sungkawa untuk para korban gempa yang terjadi di sumatra barat dan jambi. semoga arwah mereka tenang di sisiNya. biarlah kita2 yang masih hidup saja yang tidak tenang menunggu ajal. jangan mereka yang sudah berpulang masih nggak tenang juga. mengheningkan cipta, mulai.
.
.
.
oke. why a writer? jadi gini ceritanya. sodari vallin diberi tugas untuk membuat suatu rubrik kuis di salah satu buletin. lalu setelah dia selesai buat, dikembalikan lagi oleh sang pemred untuk diperbaiki. katanya bahasanya terlalu formal. kurang luwes atau apalah. terus entah kenapa, gue yang selalu berbahasa sopan ini, (jieh) dimintai tolong oleh sodari vallin untuk membantu membuat kata2 yang tidak formal yang ternyata malah jadi sompral dan vulgar tersebut. terus di saat2 terakhir bikin, dia bilang. "lo jadi penulis aja win. lumayan loh kalo jadi kaya raditya dika, bisa tajir plus dapet sherina." ya gue sih mau2 aja jadi tajir atau dapet sherina atau aura kasih. pasti gue bakal gemuk karena rajin minum susu. maksudnya, karena gue tajir, jadi gue bakal minum susu seenak jidat. udah tajir ini. *ngeles* hahaha.
bukannya gue anti mainstream, tapi gue berusaha untuk bikin sesuatu yang baru, bukan cuma ikut2. minimal, ngikutin dengan tambahan sesuatu yang baru. jadi mohon maaf sekali sodari vallin, saya tidak akan menjadi penulis. mungkin suatu hari nanti. tapi itupun hanya akan menjadi sidejob, atau pengisi waktu luang (bakal ada waktu luang gak ya?), atau hobi, atau apalah. jadi saya akan menjadi pemain akrobat. hahaha. becanda. gimana mau akrobat, gue kayang aja pusing.
special dedicated to vallin. semoga gak ditolak lagi kuisnya. besok kasih topik lagi ya.

hahaha! trimsomuchas, irwin!!
BalasHapus