Rabu, 07 Oktober 2009

she's invisible.


yes i know you're there.

together with rainbow and coffee latte.

but you didn't do the rain.

yes, i did the rain.

and you weren't there with your bicycle.

you'll never find the cup.

yes, i found the cup.

but you weren't there either.

you're just too busy with the soaring eagle.

so i just went away with all i got.

the yellowish blue.

and light up a cigarrette.


now i'm gonna ask you something.

will you be tangible when i'm there?



Jumat, 02 Oktober 2009

everybody loves batik!



lagi-lagi, first of all, gue baru denger berita ada gempa lagi di maluku. kalo ibu pertiwi bisa nangis, mungkin dia udah nangis darah. just hang on mother nature, we'll do what we can. mengheningkan cipta mulai.

.

.

.


untungnya, ada berita yang cukup menggembirakan bangsa indonesia. hari ini, unesco meresmikan batik sebagai warisan budaya dunia dari indonesia. gue nggak akan bilang "eat that malaysia! muahahaha." dan gue juga nggak akan berpikir "jangan2 karena nggak dapet batik, bentar lagi agnes monica di claim juga." gue cuma akan menceritakan cara orang2 merayakan hal yang sempet bikin panas ini.


contohnya dikampus tadi. mendadak semua orang jadi pewaris tahta sri sultan hamengkubuwono x. hampir semua orang pake atribut batik even if it just their wallet. tapi gue nyesel juga gak pake batik hari ini. abisnya gue gak punya batik. adanya cuma celana pendek doang. masa asistensi pake celana pendek? ntar sekalian bawa bakul isi cucian sama layangan. haha. biarin aja. batik bukan cuma ada di baju atau aksesoris gue. batik ada di hati gue. jieh. ditambah lagi, gue cukup seneng mengamati wanita2 cantik dikampus yang makin cantik dibalut batik. coba kemben dipatenin ya. hmm.


i, irwin dhiat, fully support our local product and our cultural heritage.

let's make a better indonesia!

Kamis, 01 Oktober 2009

be a writer?


pertama saya ingin berbela sungkawa untuk para korban gempa yang terjadi di sumatra barat dan jambi. semoga arwah mereka tenang di sisiNya. biarlah kita2 yang masih hidup saja yang tidak tenang menunggu ajal. jangan mereka yang sudah berpulang masih nggak tenang juga. mengheningkan cipta, mulai.

.

.

.


oke. why a writer? jadi gini ceritanya. sodari vallin diberi tugas untuk membuat suatu rubrik kuis di salah satu buletin. lalu setelah dia selesai buat, dikembalikan lagi oleh sang pemred untuk diperbaiki. katanya bahasanya terlalu formal. kurang luwes atau apalah. terus entah kenapa, gue yang selalu berbahasa sopan ini, (jieh) dimintai tolong oleh sodari vallin untuk membantu membuat kata2 yang tidak formal yang ternyata malah jadi sompral dan vulgar tersebut. terus di saat2 terakhir bikin, dia bilang. "lo jadi penulis aja win. lumayan loh kalo jadi kaya raditya dika, bisa tajir plus dapet sherina." ya gue sih mau2 aja jadi tajir atau dapet sherina atau aura kasih. pasti gue bakal gemuk karena rajin minum susu. maksudnya, karena gue tajir, jadi gue bakal minum susu seenak jidat. udah tajir ini. *ngeles* hahaha.


bukannya gue anti mainstream, tapi gue berusaha untuk bikin sesuatu yang baru, bukan cuma ikut2. minimal, ngikutin dengan tambahan sesuatu yang baru. jadi mohon maaf sekali sodari vallin, saya tidak akan menjadi penulis. mungkin suatu hari nanti. tapi itupun hanya akan menjadi sidejob, atau pengisi waktu luang (bakal ada waktu luang gak ya?), atau hobi, atau apalah. jadi saya akan menjadi pemain akrobat. hahaha. becanda. gimana mau akrobat, gue kayang aja pusing.


special dedicated to vallin. semoga gak ditolak lagi kuisnya. besok kasih topik lagi ya.