Kamis, 27 Januari 2011

saya yang aneh.

ada satu yang saya herankan dari pola pikir saya. saya sangat sering berpikir seperti pada contoh berikut ini. 

teman: yakin lo win?

saya: yakin.

teman: tau dari mana lo?

saya: tau aja.

teman: yee. (sembari melayangkan toyoran)


atau pada contoh berikut ini.

teman1: gimana? setuju gak?

saya: setuju.

teman2: lah? kenapa setuju lo?

saya: ya setuju aja.

teman1&2: yee.


di satu sisi, saya kecewa pada pola pikir saya yang intuitif. intuitif itu bakat. dan itu baik. asalkan disertai alasan yang jelas. dan intuitif yang saya miliki adalah intuitif total. tanpa memiliki alasan. bahkan sering disertai dengan keambiguan dan ketidakjelasan.


tapi di sisi lain, saya juga berpikir. apakah manusia tidak diperkenankan untuk memiliki satu keyakinan tertentu yang bersifat absolut? ya gue suka aja. titik. suka apanya? ya pokoknya suka. mutlak. 


saya akan membutuhkan intuisi itu di saat-saat terpenting dalam hidup saya. tapi saya juga butuh mengimbangi intuisi yang terkesan ngawur itu dengan analisis dan alasan yang menjadikan pemikiran saya dapat diterima oleh orang lain. 


ya intinya saya yakin suatu hari nanti saya akan memiliki pola pikir yang hebat dan dapat diterima oleh orang banyak. tau darimana? ya tau aja. 

Kamis, 29 April 2010

indonesia itu bangsa primitif.



kenapa primitif? begini ceritanya. tadi gue abis nonton berita di tv. dan berita yang gue temukan adalah, pasca kerusuhan tanjung priok, pencabutan kepala satpol pp, dan penggerebekan seminar waria oleh fpi. bukannya gue mau kasar, tapi berita macam apa itu? 


pertama, tentang tanjung priok. jadi  kalo nggak salah, pemerintah* mau mengembangkan daerah tanjung priok itu, tapi dengan menggusur makam mbah priok. pertanyaannya? mau dibuat apa sih? palingan bikin mall lagi. atau emang cuma mentertibkan aja? atau gimana? pertanyaan kedua, mbah priok itu siapa? para pengikutnya begitu setia membela beliau. bukan bukan. bukan beliau. makam beliau. dan semua itu berujung apa? tawuran. ribut. bentrok. berantem. apa nggak bisa diomongin dulu? apa udah diomongin tapi nggak ketemu jalan keluar? atau udah keluar hasilnya tapi ada satu pihak yang nggak menerima? atau gimana? apa mesti ribut? apa memang primitif? apa gimana?


kedua. satpol pp. denger2, satpol pp ini bukan bagian dari polri. tapi semacam lembaga keamanan masyarakat yang dibuat oleh daendels dulu. faktanya, satpol pp sering ditugaskan untuk bagian penggusuran, penggerebekan, pengusiran, dan lainnya. jadi kesannya satpol pp itu bagian yang tega2 deh. main sepak aja. pertanyaannya, mereka memang punya hak untuk menggusur atau membersihkan wilayah itu karena perintah atasannya, tapi apa mereka punya hak untuk mukulin warga yang digusur itu juga? ibu2 penjual bubur diseret2. dagangan buah diinjek2 gak karuan. primitif kah?


ketiga. seminar waria digerebek fpi. first of all, seminar waria itu kira2 isinya apa ya? ada2 aja deh bok. bikin seminar segala. terus tentang fpi. mereka pikir mereka itu siapa? di tayangan berita itu diperlihatkan oknum2 fpi itu "mbanting2" gelas, kertas, dan apa yang ada di meja seminar itu. tentu saja dengan "allahu akbar" dimana2. apa ya harus begitu caranya? kalian pikir kalian semua suci hah? katanya islam itu agama damai? mana? primitif.


kira2 kenapa para cavemen itu disebut primitif? karena mereka belum menemukan bahasa sebagai alat komunikasi mereka. bisanya cuma "hauhuha" macam kepedesan. jadi semua hal ditentukan dengan berantem. yang menang yang bener. beres. primitif. tapi sekarang? masih harus begitukah? ya silahkan masing2 lah. 


* ini sebenernya out of topic. kenapa di indonesia itu namanya pemerintah ya? kalo dari artinya kan berarti "yang memerintah". jadi kalo di kamus begini. government: pemerintah. ya masing2 juga lah.

Rabu, 21 April 2010

kartini dan emansipasi


21 april. hari apa adik2? *hari kartini kak setooo* iyak, pinter semuanya ya. anak indonesia harus pinter2. jangan seperti si komo. setiap hari lewat jalan raya. jadi bikin macet terus. 


hari ini tanggal 21 april. hari kelahiran ibu kita yang bernama harum. kenapa gak jadi hari harum aja ya? anyway, kalo kita bicara tentang kartini pasti ada kata "emansipasi" kesebut disitu. nah gue disini mau bahas emansipasinya. bukan tentang kartininya. karena kalian juga pasti udah tau sejarahnya kartini dari kelas empat sd dulu. masa gue ngulang kelas empat sd lagi?


emansipasi bisa dikatakan kesetaraan hak untuk melakukan atau menerima sesuatu. sedangkan emansipasi wanita bisa dikatakan kesetaraan hak bagi wanita untuk melakukan sesuatu atau menerima sesuatu. (ini pengertiannya menurut gue aja. gaada sumber. jadi kalo salah ya maap.) contohnya gimana? contohnya ya bu kartini itu. beliau menuntut kesetaraan hak untuk membantu membela bangsa indonesia meraih kemerdekaannya. dengan cara apa? nulis surat kalo nggak salah. beda sama tjut nyak dien yang langsung turun ke lapangan ikut ngegorok belanda. hal2 yang pada waktu itu kebanyakan dilakukan oleh para pria. nah itulah emansipasi. para wanita (dalam hal ini kaum minoritas) juga memiliki hak untuk memperjuangkan kemerdekaan. kurang lebih seperti itu.


yang menjadi concern gue sekarang adalah, emansipasi wanita di jaman gue hidup. present. terutama di lingkungan gue hidup. orang2 di sekitar gue. wanita2 disekitar gue. keluhan gue adalah, kami para pria jadi harus memikirkan tentang dua hal. emansipasi, dan ke-gentleman-an kami. (ngawur banget bahasanya) contoh soal. di sebuah kepanitiaan, para wanita menuntut untuk mendapatkan posisi yang strategis. kenapa? supaya kepanitiaan ini dapat berjalan sesuai kehendaknya. well, minimal ada sedikit pengaruh pemikiran dia dalam pelaksanaannya. kalo kami para pria kurang setuju, maka akan dinilai melanggar nilai2 emansipasi wanita. "sekarang bukan jaman siti nurbaya woi" atau "sia2 dong perjuangan kartini kalo keadaannya masih kaya gini" dan banyak lagi lain sebagainya. kalo begitu, hei para wanita, kalian ikutan ngejar copet di terminal dong. jangan cuma bisa jongkok terus nangis sambil teriak2 "tas saya pak, tolong mas, itu tas saya." itu salah satu kalimat yang keluar di pikiran gue. kalimat minta tolong yang menggunakan kata panggilan "pak", "mas", "bang", atau panggilan untuk para pria lainnya.


kata2 lain yang terlintas juga adalah, "ih, masa cewek sih yang ngangkat dispenser?" atau "win, kasian tuh si (masukkan nama wanita disini) jaga pos sendirian. temenin gih. kalo ada apa2 gimana?" kemana kata2 percaya diri kalian yang bilang ini bukan jaman siti nurbaya lagi? kalo gue jawab dengan kata2 itu, palingan yang keluar sebagai balasannya adalah, "gak gentle banget sih lo?" kalo kata2itu udah keluar, yang gue lakukan adalah melengos sambil melakukan hal yang diminta dengan memperlihatkan muka gue yang sangat2 nggak ikhlas ke orang yang ngomong. (haha. kebiasaan buruk.)


well, gue udah tau sih jawabannya. jawabannya adalah, emansipasi wanita juga punya batasan, walaupun ada keadaan dimana batasan itu juga dapat dilampaui oleh para wanita. yang jelas, sebelum adanya emansipasi wanita, dari jaman king henry II juga para pria diwajibkan berlaku gentle terhadap para wanita. yaya. kami mengerti itu. hanya saja, dengan adanya hal2 tentang emansipasi ini, membuat kami berpikir dengan mempertimbangkan dua unsur. yaitu emansipasi wanita, dan ke-gentleman-an kami. tapi yaudah. memang kami para pria dirancang untuk banyak berpikir kok. :)


peringatan konten: tulisan ini hanya merupakan pengungkapan unek2 semata. dengan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menjurus kepada satu oknum siapapun. apabila ada yang merasa tersinggung, saya selaku penulis mohon maaf. dan percayalah, itu bukan anda. ya, minimal, bukan hanya anda. :)


untuk para wanita indonesia, selamat hari kartini.

Rabu, 10 Maret 2010

jejaring sosial, friends.

jadi jejaring sosial itu untuk apa? bersosialisasi? mau ngobrol apa dengan hanya 140 karakter? atau mau bagi tahu kalo gue barusan aja beli odol di warung, ternyata odol rasa salak udah nggak diproduksi lagi. sedih deh. lengkap dengan emoticon. tulisan itu cuma akan bertahan beberapa menit di home page temen2 gue karena semua orang juga akan protes dan bicara tentang beli odolnya masing2. sampai akhirnya tulisan gue yang beremoticon imut itu terdepak jadi urutan kesekian ratus sekian puluh sekian. mari ngobrol di warung padang saja. nanti kita akan tau kalo odol rasa salak itu sudah diganti dengan odol rasa rendang paru.

mungkin mau pamer foto? gue baru aja dateng ke salah satu event musik terbesar di indonesia dan berhasil foto bareng dengan keyboardis pengiringnya bunga citra lestari. gila. bcl. dan itu keyboardisnya. damn, i'm proud. atau temen gue baru pulang berlibur dari bantul. uh. disana dia beli topi baru. bagus deh. gue ditag di 20 dari 24 fotonya. gimana kalo gini. silahkan datangi saya dan pamer sesuka anda. jangan lupa bawa topinya.

atau mungkin jadi artis? aha. that's it. setiap orang ingin diperhatikan. setiap tweetnya mengandung unsur kontroversi supaya ada yang reply dan dia jadi trending topics. setiap statusnya selalu menyebutkan hal yang bikin orang pingin comment. entah cuma memaki, atau membahas update odolnya itu. well. kalo ada yang comment di odolnya, buru2 dibales berharap orang itu masih online dan langsung bales lagi. begitu seterusnya sampai ada tulisan 167 comments di statusnya.

so. selain untuk sharing info, keep in touch dengan teman2 lama, dan menawarkan hasil karya, ternyata jejaring sosial juga menjadikan diri kita merasa jadi artis. bahkan gue juga nulis ini di jejaring sosial dan berharap juga ada yang baca dan komentar. tapi gue kan emang artis. hahaha.  

Rabu, 06 Januari 2010

about marriage.




jadi begini. sebelumnya saya mau minta maaf karena sudah dari lamaa sekali sampai baru sekarang nulis lagi di blog ini. maaf. 

yak selesai. 

jadi gini ceritanya. malem ini gue nemenin sodara ngocop buat ngerjain tugas-yang-dikumpulnya-besok-tapi-baru-mulai-tadi-dikerjain-dan-itu-minimal-2500-kata di ohlala cafe setiabudi. gue pikir yaudahlah ayo. sekalian gue internetan karena internet dikosan lagi-lagi mati lagi. katanya sih mau diganti providernya. ya urusanmulah bang rio. sil turut serta. pas sampe disini, ternyata kita udah keduluan. ada almer, bang dory, dan meilan di ohlala sini. jadilah kita akhirnya join. 

nah. apesnya. semua pegang laptop. tapi. colokannya. cuma dua. akhirnya gue yang gak berkepentingan apa-apa memutuskan untuk mengalah. ga pake laptop. namun ternyata semua orang sibuk dengan layar datarnya masing-masing. karena gue nganggur, jadi gue akhirnya main sama teman hidup gue yang baru. sebuah gadget merek buah dengan keypad qwerty. (makasih bapak. aku terharu. haha.) nah. ini awal ceritanya. sodari vallin seperti biasa melongok web saya ini. terus dia bilang. "ayo dong win jualan bakwan lagi." terus gue bilang. "ogah." "kalo gitu lo nulis blog lagi dong." "okedeh." (gitu nggak ya ceritanya?) "kasih topik dong." itu gue yang ngomong ke vallin. "kenapa cowok gamau nikah cepet?" (ini agak2curhat gimana gitu mungkin. haha.) "okedeh."

akhirnya sampe ke topik. *terharu. jadi topiknya, kenapa cowok gamau nikah cepet? jawaban gue adalah. KATA SIAPA? kita para cowok mau kok nikah cepet. alasannya adalah: HALAL BOK. cuma mungkin kalo kebanyakan cowok pikirannya jauh kedepan. bahkan terlalu jauh. mikirnya gak hanya sampe malam pertama saja meskipun itu yang paling sering dipikirkan dan dibayangkan. tapi setelah malam pertama juga. "istri gue mau dikasih makan apa?" kalo tekdung biayanya berapa?" "anak sekolah gimana?" karena memang itulah kewajiban para lelaki. seperti lagunya bang haji rhoma irama. begadang jangan begadang. kalau tiada artinya. (nggak nyambung.) 

jadi mungkin cowok2itu milih untuk bertualang dulu dan mencari kehidupan yang layak. kalo kata bang dory, (btw, gue baru belajar cara kenalan sama cewek yang efektif dan efisien sama doi. gila ini orang sintingnya tingkat dewa. jago banget.) "kalo dari pengamatan gue, kalo mudanya suka bertualang mencari cinta, (baca: binatang) kemungkinan besar, begitu dia dapet satu yang pas, dia akan stop untuk selamanya. tapi kalo kurang binatang, bisa2 umur 40 baru keluar sifat liarnya itu. dan itu bahaya, karena pada umur 40 kebanyakan kita udah settled, udah menikah, dan lebih pd. makanya binatanglah kau sekarang." (makanya binatangi aku bang. *agak jijik. hahaha.)

jadi gitulah pikiran gue sementara. kalo gue sendiri gimana? berhubung blog ini seringnya dibaca sama pacar, terus gue juga bagian dari ISTI (ikatan suami takut istri) jadi gue akan cari aman. hahaha. ya jalanin aja deh. gimana nanti. itukan pilihan gue. (aman sekali bukan? haha.)

akhir kata, HAPPY NEW YEAR!

dedicated to putri kurnia cintami. i love you bego.

Rabu, 07 Oktober 2009

she's invisible.


yes i know you're there.

together with rainbow and coffee latte.

but you didn't do the rain.

yes, i did the rain.

and you weren't there with your bicycle.

you'll never find the cup.

yes, i found the cup.

but you weren't there either.

you're just too busy with the soaring eagle.

so i just went away with all i got.

the yellowish blue.

and light up a cigarrette.


now i'm gonna ask you something.

will you be tangible when i'm there?



Jumat, 02 Oktober 2009

everybody loves batik!



lagi-lagi, first of all, gue baru denger berita ada gempa lagi di maluku. kalo ibu pertiwi bisa nangis, mungkin dia udah nangis darah. just hang on mother nature, we'll do what we can. mengheningkan cipta mulai.

.

.

.


untungnya, ada berita yang cukup menggembirakan bangsa indonesia. hari ini, unesco meresmikan batik sebagai warisan budaya dunia dari indonesia. gue nggak akan bilang "eat that malaysia! muahahaha." dan gue juga nggak akan berpikir "jangan2 karena nggak dapet batik, bentar lagi agnes monica di claim juga." gue cuma akan menceritakan cara orang2 merayakan hal yang sempet bikin panas ini.


contohnya dikampus tadi. mendadak semua orang jadi pewaris tahta sri sultan hamengkubuwono x. hampir semua orang pake atribut batik even if it just their wallet. tapi gue nyesel juga gak pake batik hari ini. abisnya gue gak punya batik. adanya cuma celana pendek doang. masa asistensi pake celana pendek? ntar sekalian bawa bakul isi cucian sama layangan. haha. biarin aja. batik bukan cuma ada di baju atau aksesoris gue. batik ada di hati gue. jieh. ditambah lagi, gue cukup seneng mengamati wanita2 cantik dikampus yang makin cantik dibalut batik. coba kemben dipatenin ya. hmm.


i, irwin dhiat, fully support our local product and our cultural heritage.

let's make a better indonesia!